Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas: Panduan Komprehensif untuk Lampu Lalu Lintas Buta Warna

lampu lalu lintas buta warna

Lampu lalu lintas adalah bagian penting dari sistem transportasi, dan lampu lalu lintas memainkan peran penting dalam membantu pengemudi mengambil keputusan yang aman. Namun, bagi sebagian orang, lampu lalu lintas dapat membingungkan atau bahkan berbahaya.

Meskipun jarang sekali pengemudi yang memiliki penglihatan yang sempurna, diperkirakan lebih dari 16 juta orang Amerika Serikat terkena buta warna. Selain mempersulit mereka untuk melihat objek seperti lampu lalu lintas dan rambu-rambu, hal ini juga mempersulit mereka untuk mengetahui kapan lampu berubah dari hijau ke kuning, atau merah ke hijau. Sebagai contoh, jika Anda buta warna dan Anda melihat lampu hijau di persimpangan, Anda mungkin tidak menyadari bahwa ada lampu lain di seberang jalan yang telah berubah menjadi kuning hingga semuanya terlambat.

Panduan ini akan membantu Anda memahami tantangan yang pengemudi buta warna menghadapi lampu lalu lintas dan mempelajari solusi potensial untuk menciptakan sistem lampu lalu lintas yang lebih aman dan buta warna.

Buta warna adalah gangguan penglihatan umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau berbagai penyakit mata, termasuk degenerasi makula dan retinopati diabetes.

Tantangan bagi Pengemudi Buta Warna

Buta warna dapat berdampak pada banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berkendara. Ada beberapa tantangan bagi pengemudi yang buta warna:

lampu berhenti buta warna

Salah menafsirkan lampu lalu lintas: Pengemudi yang buta warna dapat salah menafsirkan lampu lalu lintas karena kesulitan mereka membedakan warna seperti merah, kuning dan hijau. Beberapa negara menggunakan sinyal yang dapat didengar (misalnya, bel) untuk menunjukkan apakah lampu berwarna hijau atau merah. Selain itu, beberapa persimpangan memiliki tanda panah di atas setiap lampu lalu lintas yang memberi tahu Anda ke arah mana harus berbelok ketika lampu berubah menjadi hijau.

Kesulitan dengan rambu-rambu jalan: Sebagian besar rambu jalan di AS menggunakan warna untuk menunjukkan maksudnya (misalnya, hijau berarti jalan). Namun, ada beberapa negara yang menggunakan simbol dan bukan warna (misalnya, lingkaran dengan dua anak panah yang mengarah ke arah yang berlawanan berarti dilarang belok kiri).

Kesulitan dengan rambu lalu lintas: Kata-kata pada banyak rambu sulit dibaca karena terdiri dari warna yang berbeda, seperti huruf hitam dengan latar belakang putih atau huruf putih dengan latar belakang hitam. Kata-kata tersebut juga ditulis dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa Anda, sehingga semakin sulit untuk membacanya dengan benar.

Kesulitan dengan lampu lalu lintas: Di beberapa negara, warna lampu di persimpangan tidak selalu berarti bahwa Anda harus berhenti atau berjalan; mungkin saja berarti hal lain (misalnya, hijau berarti jalan, tetapi kuning berarti pelan-pelan).

Solusi dan peningkatan

Ada juga beberapa solusi lain yang telah diusulkan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi mereka yang buta warna. Hal ini meliputi:

lampu lalu lintas buta warna

Penambahan lebih banyak pencahayaan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan warna yang berbeda atau menggunakan warna yang lebih terang, tetapi juga membutuhkan daya yang lebih besar. Pencahayaan tambahan juga dapat digunakan untuk menunjukkan keberadaan kendaraan lain, pejalan kaki atau pengendara sepeda.

Meningkatkan lampu lalu lintas dengan menggunakan kombinasi panjang gelombang cahaya yang berbeda. Sebagai contoh, menggunakan lampu merah dan hijau secara bersamaan akan memungkinkan mereka yang buta warna untuk melihat kedua warna tersebut ketika mereka mendekati persimpangan. Demikian pula, menggunakan lampu merah dan kuning secara bersamaan juga dapat membantu mereka yang tidak dapat melihat warna merah atau hijau dengan baik untuk mengidentifikasi kapan waktu yang aman untuk menyeberang persimpangan.

Memperbaiki rambu-rambu jalan dengan membuatnya lebih mudah terlihat oleh orang-orang yang buta warna melalui penggunaan simbol atau gambar daripada kata-kata saja; hal ini akan membuat mereka lebih mudah dipahami oleh semua orang tanpa memandang kemampuan atau kecacatan mereka.

lampu berhenti buta warna

Menerapkan lampu lalu lintas yang menggunakan warna berbeda dengan kombinasi satu sama lain daripada hanya menggunakan warna merah dan hijau; hal ini akan membantu mereka yang buta warna untuk mengidentifikasi kapan waktu yang aman untuk menyeberang persimpangan tanpa harus bergantung pada penggunaan kata-kata.

Meskipun lampu lalu lintas tradisional menggunakan bola lampu merah, hijau, dan kuning, beberapa kota telah memasang bola lampu "biru" atau "hijau kebiruan" pada lampu lalu lintas mereka agar lebih terlihat oleh orang yang buta warna merah-hijau (protanopia).

Peraturan dan standar

Peraturan dan standar adalah kunci untuk memastikan bahwa lampu lalu lintas ramah terhadap orang buta warna. Ada beberapa badan pengatur di seluruh dunia yang membantu mengatur sinyal lalu lintas, dan mereka semua memiliki panduan yang berbeda tentang cara membuatnya ramah terhadap orang buta warna. Ini termasuk:

Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah

Warna lampu lalu lintas diatur di Amerika Serikat oleh Federal Highway Administration (FHWA). Warna Manual tentang Perangkat Kontrol Lalu Lintas Seragam (MUTCD) menetapkan bahwa sinyal lalu lintas harus berwarna kuning atau kuning, kecuali jika digunakan kepala sinyal khusus pejalan kaki.

Pengecualian seperti itu terjadi pada sinyal pejalan kaki yang memiliki indikasi merah yang berkedip. Sinyal ini terkadang digunakan untuk memperingatkan pejalan kaki tentang bahaya tertentu ketika lampu lalu lintas merah normal tidak sesuai. Dalam beberapa kasus, lampu merah solid juga digunakan untuk tujuan ini.

MUTCD tidak mewajibkan negara bagian untuk menggunakan lampu kuning atau kuning untuk lampu lalu lintas atau perangkat kontrol lainnya, tetapi MUTCD menetapkan bahwa warna-warna ini harus digunakan sedapat mungkin, karena warna-warna ini lebih menonjol daripada lampu putih, merah, atau hijau dalam segala jenis kondisi cuaca.

Selain standarisasi warna, ada juga standarisasi bentuk dan simbol yang digunakan pada rambu dan sinyal lalu lintas. Misalnya, rambu berhenti berbentuk segi delapan dengan latar belakang putih dan huruf atau angka hitam; rambu yield memiliki bentuk wajik putih dengan huruf atau angka hitam; dan rambu batas kecepatan memiliki latar belakang berbentuk lingkaran dengan huruf hitam di atasnya.

Pedoman Internasional untuk Lampu Lalu Lintas

lampu lalu lintas buta warna

Di Amerika Serikat dan Kanada, tidak ada standar resmi untuk lampu lalu lintas. Namun, kedua negara tersebut menggunakan standar SAE yang dikembangkan oleh Masyarakat Insinyur Otomotif (SAE) pada tahun 1962. Standar SAE menetapkan pedoman untuk warna lampu lalu lintas, urutan dan pola waktunya.

Di Eropa, Komisi Internasional CIE untuk Penerangan telah menetapkan standar internasional untuk lampu lalu lintas.

Standar CIE menentukan warna untuk lampu merah, kuning dan hijau. Warna-warna ini harus terlihat di semua budaya dan ras sehingga pengemudi dapat dengan mudah mengidentifikasinya di mana pun mereka berada atau bahasa apa pun yang mereka gunakan.

Aturan yang sama juga berlaku untuk pola waktu: Urutan warna harus sama, ke mana pun Anda mengemudi.

Teknologi dan inovasi

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi telah memungkinkan penderita buta warna untuk merasakan dunia di mana lampu lalu lintas mudah terlihat. Beberapa perusahaan telah mengembangkan aplikasi seluler yang dirancang untuk membantu mereka yang buta warna agar dapat melihat lampu lalu lintas dengan lebih mudah. Aplikasi-aplikasi ini menggunakan teknologi augmented reality untuk menghamparkan lampu lalu lintas yang sedang berjalan ke layar ponsel Anda. Aplikasi-aplikasi ini juga memberikan Anda informasi tentang status setiap lampu pada waktu tertentu.

Ada beberapa jenis aplikasi yang tersedia:

Pencari Lampu Lalu Lintas Buta Warna adalah aplikasi yang menggunakan teknologi augmented reality untuk menampilkan lampu lalu lintas seperti yang terlihat oleh orang dengan penglihatan normal. Aplikasi ini juga memberikan penjelasan tentang cara kerja setiap jenis sinyal lalu lintas, serta informasi tentang cara menggunakannya dengan aman jika Anda memiliki buta warna merah-hijau. Pengembang perangkat lunak yang berbasis di Inggris, Trevor Burgess, menciptakan aplikasi ini dan tersedia di iTunes Store.

Lampu Lalu Lintas Buta Warna adalah aplikasi lain yang menggunakan teknologi augmented reality untuk menampilkan lampu lalu lintas seperti yang terlihat oleh orang dengan penglihatan normal, sekaligus memberikan informasi tentang cara kerja setiap jenis sinyal dan cara menggunakannya dengan aman jika Anda memiliki buta warna merah-hijau.

Kacamata buta warna dan Kontak berdampak pada persepsi lampu lalu lintas

Cara yang paling umum untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi penderita buta warna adalah melalui penggunaan kacamata buta warna atau kontak. Alat-alat ini membantu mereka yang menderita buta warna merah-hijau melihat dengan lebih baik ketika melihat lampu merah dan hijau yang digunakan di lampu lalu lintas. Alat ini tidak sempurna, tetapi alat ini memungkinkan orang yang terpengaruh oleh kondisi ini untuk lebih memahami warna lampu mereka untuk menghindari kecelakaan atau mengikuti peraturan dengan benar saat mengendarai sepeda atau mengendarai mobil.

Praktik dan rekomendasi terbaik

Untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, kita perlu membuat lampu lalu lintas terlihat jelas dan dapat dimengerti oleh semua pengemudi terlepas dari status penglihatan warna mereka.

lampu lalu lintas buta warna

1) Menyadarkan masyarakat tentang buta warna dan lampu lalu lintas: Langkah pertama untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas adalah dengan mengedukasi masyarakat umum tentang kekurangan penglihatan warna. Hal ini akan membantu masyarakat memahami mengapa penting untuk menggunakan kombinasi warna saat merancang lampu lalu lintas. Sebagai contoh, jika Anda mengalami buta warna merah-hijau, Anda mungkin tidak dapat membedakan apakah lampu hijau menyala atau mati hanya berdasarkan warnanya saja (yaitu, tanpa melihatnya dengan sesuatu yang lain). Akan sangat membantu jika Anda bisa melihat gambar seperti ini:

2) Advokasi untuk menerapkan sistem lampu lalu lintas yang ramah bagi tunanetra: Cara lain untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas adalah dengan mengadvokasi penerapan sistem yang ramah bagi penyandang buta warna di berbagai kota di Amerika. Karena belum ada standar nasional untuk merancang rambu lalu lintas yang aman (meskipun ada beberapa negara bagian yang telah menerapkannya), penting untuk menyuarakan keprihatinan Anda tentang masalah ini dan membantu mendorong perubahan. Anda dapat melakukan hal ini dengan menghubungi anggota dewan kota setempat atau perwakilan negara bagian Anda dan memberi tahu mereka bahwa Anda mendukung rambu lalu lintas yang aman bagi orang-orang dengan kekurangan penglihatan warna.

Pikiran Terakhir

Kesimpulannya, meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengemudi buta warna merupakan upaya kolaboratif yang membutuhkan edukasi, advokasi, dan merangkul kemajuan teknologi. Dengan bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan sistem lampu lalu lintas yang ramah bagi tunanetra, kita dapat memberikan dampak positif terhadap keselamatan di jalan raya dan menciptakan jaringan transportasi yang lebih inklusif bagi semua orang.

id_IDIndonesian